Minggu, 12 Mei 2013

Makalah


Ilmu Perbandingan Agama
Tentang
Kristen katolik
       I.            Pendahuluan
            Pada era globalisasi seperti sekarang ini, ilmu pengetahuan dan tekhnologi terus mengalami perkembangan. Bersamaan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi tentu saja pengetahuan manusia juga ikut meningkat. Tapi dengan meningkatnya pengetahuan manusia, hal ini dapat menyebabkan menurunnya norma-norma kita dalam beragama. Selain itu juga hal-hal tersebut, membawa dampak negatif yang di antaranya munculnya agama-agama baru di dunia. 
Agama yang di anut umat manusia terbagi menjadi menjadi 2,yaitu agama yang hak dan agama yang batil. Agama terdiri dari dua unsur pokok, yaitu akidah (keyakinan-keyakinan) yang merupakan prinsip agama, dan hukum-hukum praktis yang merupakan konsekuensi logis dari prinsip agama tersebut. Oleh karena itu, penyusun membuat makalah ini yang menangkat tema Agama Khususnya,tentang Agama Kristen Katolik.
    II.            Rumusan Masalah
A.    Pengertian Kristen katolik
B.     Sejarah awal mula Agama katolik
C.     Ibadah dalam Agama kristen katolik
 III.            Pembahasan
A.    Pengertian Kristen Katolik
            Agama kristen termasuk salah satu agama samawi yang dewasa ini merupakan agama resmi yang tersebar di eropa dan amerika. Agama ini dinamakan agama kristen disebabkan karena di ambil dari nama pembawaanya Yesus Kristus, gelar kehormatan keagamaan buat Nabi Isa as, menurut kepercayaan agam ini. Selain dari itu besar kemungkinan agama ini agama kristen sesuai dengan keterangan kitab kisah Rasul-rasul fasal 11 ayat 26 yang berbunyi: pengikut-pengikut yesus mula-mula disebut Orang Kristen” ialah di Antiochia di zaman paulus mengajar disana. Ketika itu yesus sudah tidak lagi menjadi pengikutnya. Oleh kkarena itu penduduk Antiochia lalu menyebut paulus dan pengikut-pengikutnya dengan sebutan kristen.[1]
            Kata Katolik berasal dari bahasa Yunani, yang berarti “untuk umum”. Kalimat ini terbagi dalam dua suku kata yaitu: “Cathos’ yang berarti ‘untuk’ clan “Lichus” yang berarti umum’. Cathoslichus berarti untuk umum atau universal. Kata ini untuk pertama kalinya ditemukan dalam tulisan Ignatius dari Antiokia (Antkhiocia) yaitu surat yang dikirim kepda jemaat-jemaatnya di Smirna. Dalam terminologi Kristen/Katolik, kata ini dipergunakan untuk beberapa arti sebagai berikut:
1.      Gereja yang universal, sebagai unsur pembeda dengan Gereja-Gereja lokal.
2.      Gereja yang benar, sebagai pembeda dengan aliran skimastik
3.      Bagi penulis sejarah , hal ini dipakai untuk menunjuk kepada Gereja sebelum perpecahan antara Gereja Barat dengan Gereja Timur pada tahun 1054 M.
4.      Semenjak munculnya gerekan reformasi yang dipimpin oleh Marthinus Luther, Gereja Barat memakai kata ini untuk nama dirinya.[2]
            Agama katolik untuk pertama kalinya masuk ke indonesia pada bagian pertama abad ketujuh di sumatra utara.fakta ini ditegaskan pertama kali oleh (Alm) prfesor Dr.sucipto wirjosuprapto.untuk mengerti fakta ini diperlukan penelitian dan rentetan berita dan kesaksian yang tersebar dalam jangka waktu dan tempat yang lebih luas.berita tersebut dapat dibaca dalam sejarah kuno karangan seorang ahli sejarah shaykh abu salih al-armini yang menulis buku “daftar berita-berita tentang gereja dan pertapaan dari provinsi mesir dan tanah-tanah diluarnya “.yang memuat berita tentang 707 gereja dan 181 pertapaan serani yang tersebar dimesir,nubia,abbessinia,afrika barat,spanyol,arabia,india dan indonesia. 
B.     Sejarh awal mula Agama Katolik
            Pada tahun 1498 berlayarlah 4 buah kapal di bawah pimpinan vasco da Gama. Kapal-kapl itu berhasil mencapai kota kalikut di india.
            Dalam  waktu yang relatif pendek armanda-armanda dagang protugis mampu menguasai bandar strategis di Asia dan Nunsantara a.l Bandar Goa (1510), malaka (1511) walaupun harus menghadapi perlawanan penguasa setempat.
            Tahun-tahu berikunya Sultan Ternate dan Tidore mengadakan transaksi jual-beli bahan baku dan rempah kepada protugis dan mengizinkan Protugis mendirikan gudang-gudang di wilayah kesultanan mereka. Perlu dicatat bahwa antara sultan Ternate dan Sultan Tidore ada permusuhan. Melihat sultan Ternate memberikan monopoli terlalu luas kepada protugis maka sultan Tidore (antra 1512-1545) mulai bersekutu dengan orang-orang spanyol yang datang melalui samudra Pasifik.
Untuk melindungi Ternate, Ambon dan lebih-lebih untuk kepentingan dagangnya, protugis terpaksa harus mendirikan benteng pertahanan di tahun 1512 dan di beri nama”sao paulo”.
Dari sejarah perkembangan dunia perdagangan bangsa protugis, kiranya tidak terlepas dari perkembangan atau mulai berdirinya Gereja katolik di Indonesia. Karena di samping berdagang yang menjadi tujuan utamanya orang Protugis yang beragama katolik memperkenalkan Agama yang dianut dan diimaninya kepada masyarakat penduduk daerah setempat, dimana mereka bedagang.
Berkat tingkah laku, perbuatan kebajikan dan suri tauladan para pedagan, maka tertariklah hati penduduk setempat dan mulai menunjukan minat dan hasrat untuk menjadi katolik. Berita-berita dari daerah rempah-rempah itu betul-betul mengugah dan menarik perhatian banyak Ordo dan kongregasi biarawan-biarawan di Eropa. Ordo-ordo dan kongregasian-kongregasian mulai mempersiapkan pengiriman tenaga keindonesia.
            Missionaris pertama yang menginjak kaki di bumi Indonesia di pantai barat Sumatra Barat ialah Santo fransikus Xaverius dari Ordo Jezuit. Bersama dia ikut pula beberapa missionaris lain, yang menurut schedule perjalan akan melanjutkan perjalanan kemogolia dan tiongkok.
            Tujuan perjalan santo fransikus Xaverius semula ke indonesia ialah ke Makasar atas penjelasan dan permintaan 3 pemuda Makasar yang datang ke india, bahwa orang Makasar membutuhkan sangat kedatangan pastor. Dengan dalil permintaan ini Santo Fransikus Xaverius betolak ke Indonesia menuju makasar.
            Namun di kota malaka ia mendapat laporan mengenai situasi keadaan kacau di makasar, hingga tujuan ke Makasar dibatalkan dan meneruskan perjalanan ke Ambon, Maluku. Di kota Ambon, tetapi berjalan keliling dan berlayar menyusur pantai.
            Sebenarnya Agama Katolik masuk di daerah kepulauan Maluku sejak tahun 1512 sekitar pulau Ambon di Leitimor, Ulias,buru dan seram. Penyebaran luasannya ditunjukan kepada penduduk yang masih berkepercayaan pada agama nenek moyang, animisme, dilakukan mula-mula oleh pedagang-pedagang protugis, dibina dan dilanjutkan mula-mula oleh pedagang-pedagang protugis, dibina dan di lanjutkan kemudian oleh pastor armanda dagang,yang berfungsi memelihara dan merawat kehidupan rohani pedagang Protugis yang beragama katolik.
            Setelah kurang lebih 6 (enam) bulan berada di kota Ambon dan sekitarnya,maka pada pertengahan tahun 1546 sekitar bulan juli santo Fransiskus Xaverius meninggalkan kota Ambon dan berlayar menuju Ternate. Di Ternate ia diterima dan menjadi tamu terhormat Sultan Hairun. Karena kesucian, kesolehan dan keramah-tamahan serta pula tauladan kebijakan Santo Fransiskus Xaverius, maka beberapa keluarga keturunan sultan Harun dan bangsawan-bangsawan lain di ternate minta dipermandikan (dibaptiskan) menjadi katolik.
Setelah berada dan berkarya merawat kabargembira injil di kota ternate dan sekitarnya, maka pada bulan Agustus dan september 1546 ia meninggalkan kota Ternate dan berlayar meneruskan perjalanan menuju pulau Halmahendra, Tidore, Bacan dan Morotai.
Di daerah-daerah ini sudah ada kampung katolik dan jumlahnya pun cukup banyak, diatas 5000 (lima ribuan). Di tiap-tiap pulau dan daerah santo fransiskus Xaverius selain bekerja merawatkan kabar gembira injil, ia berkesempatan pula membuka pendikan bagi anak-anak pribumi dan anak-anak protugis, kursus-kursus kader bagi calon-calon guru agama dan ketegisan sebagai pembatu pastor dalam perawatan kabar gembira injil.
Terhadap peminat-peminat (calon-calon) yang ingin menjadi pastor dikirimnya ke Malaka dan Goa untuk didik menjadi pastor di college Jezuit.
Selama bekerja mewartakan kabar gembira Injil di kepulauan Maluku dari tahun 1545,1546 sampai dengan tahun 1547 Santo Fransiskus Xaverus banyak mendapat tantangan dan kesulitan karena keadaan/keganasan alam, juga karena sikap raja-raja, kepala-kepala adat/suku yang menentang orang protugis, di samping karena pertentangan intern dalam pembesar-pembesar Protugis sediri.
Sekalipun banyak mendapatkan tantangan dan rintangan, namun ia sangat dicintai oleh penduduk pribumi dan pendatang, bangsawan dan raja-raja setempat, pembesar dan pedagang protugis, yang katolik dan non katolik, karena berkat kesalehan, keramahan-tamahan dan jiwa suku menolong dan menghibur bagi yang berduka dan berkekurangan.
Ia betul-betul populer dan sangat memikat hati penduduk tekun bekerja mengabdikan diri selama berada di kepulauan Maluku dari tahun 1546-1547 hingga kembali ke Goa (India), pusat missi katolik Asia waktu itu. Ia meninggal dunia pada tanggal 3 desember 1552 di pulau Sancian (di laut cina) ditengah-tengah kesibukan menjalankan tugas kerasulan dalam perawatan injil Chistus.[3]
C.    Sumber hukumnya
            Sumber hukum agama kristen katolik adalah berasal dari alkitab injil,untuk sungguh memahami alkitab, umat kristen harus membacanya dengan sungguh perhatian. Setelah menamati teks dengan sebaik-baiknya, umat harus mengartikan teks tersebut.langkah terakhir adalah menerapkan teks dalam hidup konkret sehari-hari. Umat mengkonfontasikan kehidupan sehari-hari dengan kebenaran yang menyelamatkan yang ditemukan dalam alkitab.
            Bagi umat kristen,alkitab memberikan makanan rohani dan sebagai pembimbing ke arah kehidupan penuh kasih. Oleh karena itu dalam membaca alkitab doa untuk memohon penerangan batin dan roh kudus.
Keempat injil (maktius,markus,lukas,yohanes) memuat kisah wafat dan kebangkitan kristus. Tetapi tentang kelahiran yesus hanya dikisahkan oleh injil matius dan injil lukas. Bahkan injil markus sebagai injil tertua tidak menceritakan kisah kelahiran yesus. Itu berati bahwa wafat dan kebangkitan yesus kristus merupakan pristiwa ilahi yang menerangi kelahiran dan masa mudayesus. Kisah kelahiran yesus tidak bermaksud memberi uraian histori kehidupan yesus. Tetapi kisah kelahiran yesus adalah sebuah kesaksian imam bahwa yesus adalah sang kristus. Dengan kelahiran yesus, janji-janji allah mulai dipenuhi.
            Injil bermaksud menerangkan bahwa kelahiran yesus memang berbeda dengan kelahiran pada umumnya. Intinya ialah malaikat menyatakan bahwa yesus adalah juru selamat. Yang dijanjikan allah. Yesus dikandung secara ajaib oleh bunda maria yang tetap perawan. Dengan begitu, injil menggambarkan bahwa yesus sungguh-sungguh manusia dan sungguh-sungguh Allah.[4]
D.    Ibadah dalam agama kristen katolik
            Walaupun ibadah ada di dalam setiap agama, namun dalam ibadahlah nampak perbedaan antara agama. Dalam perspektif agama katolik, ibadah dipandang sebagai pertemuan antara Allah dan manusia, sebagai ungkapan ketaqwaan dan saling mengukuhkan dalam iman. Biasanya dalam ibadah Katolik dipakai simbol-simbol atau tanda yang khusus, karena baik untuk pengungkapan iman maupun untuk tanda kehadiran Allah, pemakaian bahasa atau ekspresi yang biasa dianggap kurang memadahi. Karena misteri Allah dan penyelamatanNya hanya dapat ditunjuk dengan tanda-tanda, tidak pernah dapat dirumuskan atau diungkapkan secara penuh oleh manusia.
Ibadah adalah kegiatan manusia yang beragama, lalu pertanyaanya mengapa perlu ibadah dalam hidup beragama? Yang pokok dalam agama adalah sikap batin, namun untuk mewujudnyatakan iman perlu pengungkapan yang nyata lewat tata cara ibadah. Gereja Katolik mengungkapkan imannya melalui perayaan-perayaan liturgi.Untuk membentuk hidup yang saleh bagi umat, diperlukan berbagai bentuk ibadah. Tidak akan ada agama tanpa iman dan tidak ada ibadah tanpa agama.
1.      Macam-macam ibadah dalam gereja katolik
Secara garis besar dalam agama katolik ibadah digolongkan dalam 2 bagian besar.
a.      Ibadah rohani
            Yang dimaksudkan dengan ibadah rohani adalah setiap ibadah yang dilakukan dalam Roh oleh setiap orang Katolik. Dalam urapan Roh, seluruh hidup umat Katolik dapat dijadikan satu ibadah rohani. Doa dan ibadat merupakan salah satu tugas Gereja untuk menguduskan umatnya, oleh karena itu Gereja bertekun dalam doa, memuji tuhan, dan mempersembahkan diri sebagai kurban yang hidup, suci dan berkenan kepada tuhan.
1)      Doa
a)      Arti doa
1.      Berbicara dengan tuhan.
2.      Ungkapan imam secara pribadi dan sama-sama.
b)      Fungsi doa
1.      Mengkomunikasikan dan mempersatukan diri dengan Tuhan.
2.      Mengungkapkan cinta, kepercayaan dan harapan kita dengan Tuhan.
c)      Macam- macam doa
1.      Doa permohonan
2.      Doa syukur
3.      Doa pujian
d)     Syarat doa yang baik
1.      Berdoa dengan hati.
2.      Doa yang berakar dan bertolak dari pengalaman hidup
3.      Diucapkan dengan rendah hati
4.      Dengan sederhana dan jujur.
2)      Perayaan Sakramen
a)      Arti sakramen
Kata sakramen berasal dari bahasa latin sacramentum, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan yang kudus atau ilahi.sakremen juga berati tanda,lambang atau simbol keselamatan Allah yang diberikan kepada manusia.Sakramen biasanya diungkapkan dengan kata-kata dan tindakan. Maka sakramen dalam Gereja Katolik mengandung 2 (dua) unsur hakiki yaitu:
1.      Forma artinya kata-kata yang menjelaskan peristiwa ilahi.
2.      Materia artinya atau tindakan tertentu yang kelihatan.
b)      Fungsi/makna Sakramen
1.      Mengungkapkan karya tuhan yang menyelamatkan
2.      Meningkatkan dan menjamin mutu hidup sebagai orang kristiani.
c)      Jenis-jenis sakremen,yaitu:
1.      Sakremen baptis
2.      Sakremen ekaristi
3.      Sakremen tobat
4.      Sakremen krisma
5.      Sakremen perkwinan
6.      Sakremen perminyakan susi
7.      Sakremen Imamat.
3)      Perayaan sakramentali
a)      Arti sakramentali
Tindakan liturgi dengan mengadakan tanda-tanda suc yang diperoleh melalui doa-da permohonan.
b)      Jenis-jenis peayaan sakramentali
Pemberkatan orang,benda/barang rohani, tempat, makanan dan sebagainya.
4)      Devosi
a)      Arti Devosi
Devosi bukanlah liturgi. Devosi adalah suatu sikap bakti yang berupa penyerahan seluruh pribadi kepada Allah dan kehendak-Nya sebagai perwujudan cinta kasih, atau yang lebih lazim: devosi adalah kebaktian khusus kepada berbagai misteri iman yang dikaitkan dengan pribadi tertentu.
b)      Jenis Devosi
1.      Devosi kepada sengsara yesus,
2.      Devosi kepada Hati Yesus,
3.      Devosi kepada Sakramen Mahakudus,
4.      Devosi kepada Maria,
5.      Ziarah.
c)      Tujuan Devosi
1.      menggairahkan iman dan kasih kepada Allah,
2.      mengantar umat pada penghayatan iman yang benar akan misteri karya keselamatan Allah dalam Yesus Kristus,
3.      mengungkapkan dan meneguhkan iman terhadap salah satu kebenaran misteri iman,
4.      memperoleh buah-buah rohani.
b.      Ibadah sosial
            Ibadah sosial dapat diartikan sebagai semua kegiatan sebagai perwujudan nyata iman. Dalam  Agama Katolik ibadah sosial didasarkan pada ajaran Yesus Kristus sendiri yang begitu solider dengan kehidupan manusia, sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 25:35-36 dimana sebagai manusia kita dapat memberi makan minum yang lapar dan haus, mengunjungi yang dipenjara, melawat yang sakit, memberi tumpangan bagi orang asing dan memberikan pakaian bagi yang telanjang.
2.      Simbol-simbol dalam ibadah agama Katolik
1.      Tanda salib,
dibuat ketika:
1)      Memasuki gereja sambil menandai diri dengan air suci tanda peringatan pembatisan yang telah kita terima.
2)      Mengawali dan Mengakhiri Perayaan ibadah.
3)      Memulai bacaan injil dengan membuat tanda salib pada dahi, mulut dan dada.
4)      Menerima berkat mengutusan pada bagian penutup.
2.      Perarakan
Perarakan dilakukan oleh Pemimpin ibadah beserta pembantunya berjalan bersama menuju altar, juga dilakukan oleh beberapa wakil umat untuk mengantarkan persembahan berupa: roti, anggur, lilin,bunga dan kolekte ke altar.
3.      Berjalan
Berjalan yang baik dilakukan dengan tegap dan khidmat serta pandangan kearah depan merupakan tanda penghormatan dan kesungghuan niat kita bertemu dengan Tuhan serta dengan tidak tergesa-gesa supaya suasana khidmat dan tenang terjaga, namun tidak lambat juga supaya tidak memberi kesan lamban.
4.      Berdiri
Berdiri sebagai ungkapan rasa hormat dan syukur, dilakukan waktu menyambut imam, pembacaan Injil, mengucapkan Syahadat, menyampaikan doa Umat, memulai Doa Syukur Agung dan menyanyikan lagu Bapa Kami
5.      Duduk
Duduk dilakukan ketika Kitab Suci dibacakan (selain Injil) sebagai suatu ungkapan kesediaan mendengar dan merenungkan sabda Tuhan. Persiapan persembahan sebagai ungkapan kesediaan memberi diri kepada Tuhan dengan penuh penyerahan. Petugas membacakan penguman sebagai tanda ungkapan kesediaan mendengarkan dan melaksakan tugas kewajiban
6.      Membungkuk
Membungkukan badan dan kepala merupakan tanda penghormatan terhadap Pemimpin ibadah, altar Tuhan, salib dan sakramen Maha Kudus.
7.      Berlutut
Berlutut merupakan sikap doa yang mengungkapkan kerendahan hati seseorang yang ingin memohon kepada Tuhan atau bersembah sujud kepada-Nya
8.      Mengangkat tangan
Sebagai sikap doa yang mengungkapkan permohonan dengan kebulatan hati yang disertai pengharapan, dilakukan oleh imam ketika mengangkat patena dan piala berisi roti dan anggur untuk dipersembahkan kepada Tuhan, serta mengangkat sibori atau patena dan piala yang berisi Tubuh dan Darah Kristus untuk diperlihatkan kepada umat.
9.      Mengatupkan tangan.
Mengatupkan tangan dibuat ketika sebelum dan setelah menerima komuni (mengatupkan tangan didada waktu berjalan) sebagai ungkapan kesetiaan pada Tuhan, juga dilakukan oleh umat ketika berdoa pribadi.
10.  Tiarap/menelungkup
Tiarap atau menelungkup merupakan ungkapan tidak pantas, merasa berdosa dihadapan Allah, dilakukan oleh para calon Imam dan Uskup ketika ditahbiskan, serta oleh Umat sebagai sikap Doa, merasa diri berdosa besar dan tidak layak dihadapan Tuhan.
11.  Memerciki
Sebagai tanda penyucian dan peringatan akan pembatisan, memerciki dilakukan pada permulaan Ekaristi dan juga dilakukan setelah pembaharuan janji naptis pada Malam Paska, saat menerima daun Palma pada perarakan Minggu Palma. Mmemerciki juga dilakukan untuk kepentingan pernikahan, pemakaman, pemberkatan tempat/gedung, pemberkatan benda-benda devosi lainnya.
12.  Mendupai
Untuk menciptakan suasana doa dan kurban bagi Allah. Pendupaan altar bergerak dari bagian kiri ke kanan mengelilingi altar. Asap putih yang mengepul keatas  melambangkan persembahan kita diterima oleh Allah.
13.  Bersalaman
Berjabat tangan atau bersalaman mengungkapkan wujud dari Kasih dan Persaudaraan. Bersalaman dilakukan oleh umat ketika saling memberikan Salam Damai.
14.  Memberkati
Memberkati adalah bentuk menguduskan umat yang dilakukan oleh seorang pemimpin ibadah, memberkati adalah Doa, ungkapan permohonan pada Tuhan, semoga yang diminta umat-Nya terkabulkan, terjadi, terlaksana. Memberkati disertai dengan gerakan tangan yang “bertanda salib” dengan mengucapkan “Atas nama Bapa, Putra dan Roh Kudus”. Tiada berkat imam yang tidak diberikan dalam tanda salib.[5]
 IV.            Kesimpulan
            Dengan paparan diatas pemakalah menyimpulkan sejarah awal mula agama katolik pada tahun 1498 berlayarlah 4 buah kapal di bawah pimpinan vasco da Gama. Kapal-kapl itu berhasil mencapai kota kalikut di india. Dan membawa sumber hukum al-kitab injil,dengan cara beribah yang berbeda dengan Agama lain.
    V.            Penutup
Demikianlah makalah ini saya susun, pemakalah menyadari tentunya makalah ini masih banyak keasalahan dan kekurangan. Untuk itu diharapkan kritik dan saran yang membangun. Selanjutnya diharapkan makalah ini bermanfaat bagi kita semua.




Daftar pustaka
noah Zaini Ahmad, Monografi Kelembagaan Agama Di Indonesia,jakata: depertemen agama R.I,1983.
Taringan Jokobus, Religiositas Agama dan gereja katolik, jakata: PT Grasindo, 2007.
Ya’cub Tasman, Perbandingan Agama, Padang: IAIN Imam Bonjol, 1999.







[1] Tasman Ya’cub, Perbandingan Agama (Padang, IAIN Imam Bonjol, 1999) hal 112-113
[3] Zaini Ahmad noah, Monografi Kelembagaan Agama Di Indonesia (jakata,depertemen agama R.I,1983)hal 150
[4] Jokobus Taringan, Religiositas Agama dan gereja katolik (jakata, PT Grasindo, 2007),hal 71-73

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar